Sederhana

Rasa syukur itu sederhana, menerima apa yang telah kita dapatkan. Hati kecil kadang tak rela atas apa yang sudah diberikan Allah untuk kita. Merasa kurang, semuanya tak cukup untuk mendapat kebahagiaan. Target yang sudah disusun rasanya malas untuk kita lakukan. Mengapa? Karena merasa usaha yang selama ini dilakukan sia-sia. Tak ada gunanya. Sudah lelah belajar, lelah berusaha. Toh nanti hasil akhirnya begitu-begitu saja.

Tapi Allah punya rencana yang lebih baik. Allah meminta kita untuk bersabar lebih lama dan berusaha lebih keras. Siapapun bisa lelah jika usahanya tidak dihargai. Yang kita usahakan rasanya pupus begitu saja, menguap. Tidak diapresiasi. Kejujuran dan peluh yang ada tidak dinilai.

Allah selalu ada. Allah selalu hadir untuk menilai darimana kesungguhan kita dalam melakukan sesuatu. Bila orang lain tak mampu menilai kita menjadi yang terbaik, Allah selalu ada untuk menilai langkah kecil yang kita lakukan untuk memperbaiki diri kita.

Rasanya tidak diterima, tidak dinilai, itu tak sebanding dengan nikmat Allah yang telah diberikan. Waktu, kesehatan, keamanan, dan apapun yang menjadikan kita hadir di dunia ini. Kita semua bukanlah orang yang sempurna, namun tetaplah berusaha untuk menjadi yang terbaik dengan diri kita. Tak usah berpikir bagaimana orang lain nanti menilai, yang penting ‘Inilah Aku!’

Untukmu, yang diujung batas kesabaran untuk berusaha.

Semangat Ramadhan hari ke 10

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s