Tak Apa Aku Sendiri

Menjalani sepertiga tahun terakhir di kota orang, sendiri, rasa hampa menyergap. Sering terbayang wajah-wajah tercinta, yang tak cukup kudengar suaranya sebatas dua puluh menit sebanyak dua kali seminggu. Perasaan rindu yang membuncah tak cukup terobati dengan menatap potret keluarga. Di sisi lain, aku merasa bersalah. Aku masih belum bisa meluangkan banyak waktu untuk mendengar cerita orang rumah, sedang mereka lebih banyak mendengar keluh kesah kesedihanku.

Aku merasa masih belum layak untuk menatap wajah syahdu mereka, dengan pencapaian dan kegagalan yang rasionya tidak seimbang. Masih berat di poin kedua. Belum bisa aku menceritakan seluruh perjuanganku. Yang aku mau, mereka cukup lihat senyum banggaku dan dengar tawa renyahku, jangan sampai terbersit dalam pikiran mereka bahwa aku tak mampu.

Maafkan aku, Ummi, Bapak, belum sekarang.

Tak apa aku sendiri, aku akan berjuang. Masih banyak destinasi-destinasi lain yang lebih berjarak dan lebih menantang. Ini belum seberapa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s