Impresi

impression

noun im·pres·sion \im-ˈpre-shən\

Simple Definition of impression

  • : the effect or influence that something or someone has on a person’s thoughts or feelings

  • : an idea or belief that is usually not clear or certain

  • : an appearance or suggestion of something

http://www.merriam-webster.com/dictionary/impression

***

Saat itu, baru saja saya selesai membahas tentang acara angkatan osjur. Selama saya dan teman-teman berdiskusi sambil bergosip ria tentang angkatan, kami mendengar para calon mentor (yang malam ini resmi dilantik) sedang berlatih yel-yel. Saya yang sebenarnya juga harus ikut hanya menonton dari jauh, sambil mencoba ikut menghafal lirik. Sambil memikirkan, sebenarnya sudah berbuat apa dalam diklat divisi yang sejauh ini telah dijalani?

Malam yang lain, usai acara angkatan terlaksana, saya berjalan menuju parkiran bersama teman-teman. Ada yang bilang,

“Menurut urang, tema Integrasi sekarang terlalu abstrak. Empati,” katanya.

“Kenapa gitu? Tema ini sebenarnya kan juga diangkat dari peraturan ITB tentang NKRIP (intinya tentang pengembangan karakter, kebetulan saya pernah meliput bahasan mengenai kebijakan ini).”

“Integrasi, atau apapun namanya, itu cuma narik impresi doang!”

Ya, ya. Impresi. Tetap, tidak bisa kita mundur begitu saja dari drama kemahasiswaan di kampus ini. Hadapi saja.

***

Kalau menurut saya pribadi, boleh-boleh saja menarik impresi. Mencari kesan. Mencari momen. Apa salahnya? Bagaimana kita bisa mengabstraksi suatu permasalahan apabila tidak mendapat makna impresi pertama yang muncul dari suatu kejadian? Seorang maba yang baru saja keluar dari ranah asal, harus memasuki sebuah hutan belantara baru bernama ITB, apakah dibiarkan saja untuk meraba-raba sendiri jalan mana yang harus ditempuh untuk keluar dan kembali? Bisa kosong nantinya. Bisa saja mengikuti arus yang belum tentu baik.

Coba saja, dari sekian masalah kompleks ITB, seberapa persen tingkat keingintahuan dan ketertarikan kita terhadap isu dalam berkegiatan di kampus sehari-hari?

“Asal tidak menyinggung hak dan kewajiban pribadi, ya mending diem aja lah!”

Menurut saya, kalau pribadi belum mencoba mengulik dan menyelesaikan masalah yang ada, ya jangan sok apatis dan menganggap nggak penting. Menurut saya, ya.

Menjadi mentor (dalam Integrasi) bukanlah hal yang mudah, asal tahu saja. Kami harus membimbing maba agar mendapatkan frame yang tepat tentang kampus, dengan kemasan yang tentunya ‘baik’ agar tidak menimbulkan banyak asumsi. Tapi mentor juga tidak mungkin berbohong. Maba sekarang cerdas, maba sekarang butuh sesuatu yang esensial dan antidrama, maba butuh penjelasan yang tidak bertele-tele. Dengan tantangan seperti itu, apakah semua materi tentang kemahasiswaan bisa disampaikan dalam waktu tiga hari plus satu? Apakah dengan waktu singkat mereka mampu merangkum segala apa yang disampaikan dalam kaderisasi awal terpusat nanti? Impresi awal mereka masing-masing yang menjadi penentu. Maka sah-sah saja apabila Integrasi mengusahakan segala upaya untuk memberikan impresi yang baik kepada maba terhadap ITB dan kemahasiswaan.

Sekalipun banyak yang nyinyir, saya yakin metode terbaik telah diusahakan oleh para panitia Integrasi.

***

Entah, tiap kali malam swasta, baik osjur maupun mentor, saya seperti mendengar rekaman ulang petuah-petuah Bapak. Apa memang ajaran para organisator kemahasiswaan ITB sejak dulu tetap seperti itu, ya? Berkutat kekeluargaan, peran, kedudukan, keterpemilikan, esensi, dan manajemen waktu. Baik, memang. Tapi saya sedikit bosan. Karena saya tipe orang yang senang mendengarkan orang berbicara, saya dengarkan saja. Alur tetap sama, dengan pembawaan masing-masing orang. Tetap dengan arogansinya, dengan keleluasaan ceplas-ceplos mengatasnamakan jabatan. Mohon maaf saja, haha.

Saat ada sesi pertanyaan pada malam swasta camen—calon mentor, saya bertanya, apakah maba nanti harus diberikan impresi yang baik-baik saja, atau bagaimana? Jawabannya : katakan apa adanya. Tak ada perlu ditutupi dan di-tipu-tipu-i(?).

Simpel sekali. Beri saja yang terbaik. Jangan terlalu banyak janji.

 

Malam sepulang terlantik menjadi m-e-n-t-o-r. Sebagai jawaban atas pertanyaan dan tanggapan atas pernyataan.

16/08/2016 0.25

Advertisements
Posted in ITB

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s