Dua jam.

Hanya mampu diselesaikan separuh halaman. Entah sudah berapa banyak air mata yang bergulir dari pelupuk, tak sadar sudah membasahi mukena.

Dua jam inilah, yang hanya dihabiskan untuk membolak-balikkan mushaf. Membuka tutup dengan acak, berharap dalam diri kembali timbul semangat untuk mengeja kalamullah. Lalu kembali, tersungkur. Hanya itu yang bisa dilakukan, dalam waktu dua jam.

Dua jam yang tak akan terlupa, dua jam yang menampar dan menohok, dua jam dimana Allah meminta untuk kembali memintaNya. Saat itulah diri tersadar, ambisi dan emosi, bertumpah ruah dalam perasaan pasrah. Entah skenario apa yang harus dijalani, namun logika sudah tak sanggup menerima. Berat. Bukakan hati ini, Ya Rabb, berikan kesabaran…

Izinkan hamba, ya Rabb. Izinkan hamba menjadi seorang yang mampu menjaga kitabullah kelak sampai akhir hayat…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s