Ruh Manusia

Hidup ini mengajarkan bahwa tak selamanya harapan dan tujuan akan selalu menjadi nyata. Akan selalu ada yang dikorbankan. Namun ada satu hal yang tak akan pernah mengecewakan manusia, yaitu ketika hanya Allah yang menjadi tujuan dan alasan hidup bagi seorang hamba.

Hari ini aku tersadar akan dua hal, yakni substansi yang sejatinya melekat dan tercipta hanya untuk manusia : ruh dan tanah (QS Sad : 71-72). Dengan dua hal ini, Allah menciptakan manusia dengan bentuk yang sebaik-baiknya (QS At Tin : 4). Allah berfirman kepada malaikat untuk menciptakan manusia yang kelak menjadi khalifah di bumi (QS Al Baqarah : 30), menciptakan manusia dari dua unsur, dan memerintahkan malaikat dan iblis untuk bersujud, lalu iblis menolakNya (QS Sad : 75-76). Iblis enggan bersujud kepada manusia karena manusia tercipta dari tanah, sedangkan iblis dari api, yang dianggap api lebih hebat, sehingga manusia tak lebih mulia dari iblis. Allah berfirman untuk bersujud dalam arti memberikan penghormatan kepada manusia.

Apa maknanya?

Seperti sudah disebutkan, bahwa manusia memiliki unsur tanah yang lekat dengan dunia dan bentuk kebendaan lainnya, dan unsur ruh yang bersifat ruhani dan spiritual. Kemuliaan manusia yang sebenarnya ialah terletak pada ruhaninya. Manusia hanya musafir. Kelak, setiap sesuatu akan kembali ke asalnya. Jasad manusia akan kembali ke tanah dan bersatu dengan bumi, sedangkan ialah ruh yang kekal di sisi Allah.

Maka, masihkah aku terus menerus hanya memikirkan dunia, yang sejatinya tak akan memberikan dampak apa-apa terhadap kehidupanku nanti?

Ruhanilah yang sebenarnya menjadi parameter keimanan seorang manusia, dan tak ada yang mengetahui kecuali Allah dan hambaNya itu sendiri. Banyak hal yang dapat melembutkan hati : selalu tehubung dengan Allah, merasakan takut kepada Allah, memperbarui taubat kepada Allah, dan yakin terhadap apa yang ada di sisi Allah. Diantaranya dengan memperbanyak amal tilawah, shalat, dan berdzikir.

Tak mudah. Namun bukankah surga tak bisa diraih hanya dengan berpangku tangan dan berharap angan kosong?

Ruh yang kering adalah ruh yang tak pernah terisi oleh amal shalih serta lalai akibat gemerlapnya dunia. Diantara tandanya ialah saat apa yang kita lakukan berjarak dengan apa yang kita ucapkan, merasakan keras dan kasarnya hati, tidak terpengaruh dengan Qur’an, tidak terpengaruh oleh nasihat kematian, bertambah kesenangan terhadap dunia, serta kegelapan nampak di wajah kita. Naudzubillaah. Begitu mudahnya diri ini terlena dan jauh dari ayat Qur’an. Begitu mudahnya diri ini berpaling jauh dari syariat yang telah ditetapkan. Astaghfirullaah..

Sulit, namun itu tak sebanding dengan apa yang telah Allah berikan kepada seluruh makhlukNya. Dengan rahman dan rahimNya, Allah tetap berikan rezeki kepada seluruh makhluk, Allah tetap bukakan pintu taubat sebelum ajal menghampiri, Allah tetap jadikan manusia menjadi penguasa bumi sampai saat ini.

Ya Allah, yang Maha Membolak-balikkan Hati, tetapkanlah hatiku di atas agamamu..

 

Advertisements

2 thoughts on “Ruh Manusia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s