Semester 4

Di post ini, saya akan bercerita sedikit tentang mata kuliah yang saya ambil di semester 4.

Sampai semester 4, saya masih menjalani perkuliahan di kampus ITB Ganesha, dan ruang perkuliahan hanya tersebar di 4 ruangan, yaitu TVST (Kuliah Matek), Labtek 6 (KWN), dan 2 ruangan di Labtek 8 lantai 3, yaitu Ruang Kuliah Biomedika dan Ruang Multimedia Elektronika #nasib. Jadi, saya tidak terlalu sering berkeliling kampus seperti semester 3 kemarin, yang ruangannya berada di Gedung CRCS. Terkadang kami melakukan ujian di Gedung CRCS dan Ruang Multimedia Labtek 8 lantai 2 untuk ujian Anfis (karena ujian selalu online dan sempat menggunakan video conference, jadi butuh lokasi dengan sinyal Hotspot ITB yang memadai 😀 )

MA 2074 – Matematika Teknik II

Matek II adalah matkul wajib untuk mahasiswa EB, EL, EP, dan ET. Materi yang diajarkan meliputi fungsi kompleks, integral kompleks, deret fourier dan persamaan diferensial parsial untuk persamaan panas dan persamaan gelombang. Udah gitu aja (aja???). Kesalahan saya adalah terlalu banyak menghafal. Karena di ujian, tiba-tiba yang diminta adalah menurunkan rumus dari awal sampai akhir untuk PDP. Jadi ujian 2 ini cukup chaos dan begitulah. Dosen yang mengajar adalah Bu Rieske, sama seperti semester 3.

EB 2206 – Elektronika Biomedika

Matkul ini adalah kelanjutan REE di semester 3. Isinya meliputi MOSFET, respon frekuensi, penguat diferensial, tahap output, filter, feedback, dan osilator. Banyak memang, tapi karena boleh menggunakan cheatsheet selama ujian, ujian jadi cukup terbantu #ThePowerOfCheatsheet. Dosen yang mengajar adalah Bu Amy Hamidah Salman.

EB 2205 – Sinyal, Sistem, dan Kontrol

Matkul ini lebih banyak berkutat pada perhitungan matematis untuk elektroteknik. Saking banyaknya materi, saya agak malas menuliskannya disini, intinya transformasi Laplace, menghitung feedback, mencari root locus, diagram blok, dsb. Saat ujian Sinsiskon, kami boleh menggunakan cheatsheet, jadi grup kelas masih sering ramai meski besoknya ujian haha. Setiap minggu juga akan keluar PR dan kuis, tapi tenang, kuisnya tidak jauh dari soal PR, sedikit diganti angkanya. Dosen yang mengajar adalah Pak A. Fuad Masud yang sudah terkenal baik hatinya dalam mengajar dan memberikan soal ujian hehehe.

EB 2207 – Anatomi dan Fisiologi II

Anfis kali ini lebih riweuh. Pertama, karena semester ini ada praktikum menggunakan Biopac, yang suka nabrak dengan jadwal praktikum PMC entah kenapa. Kedua, kami lebih banyak diminta untuk membuat tugas besar. Misal kemarin, kami diminta untuk membuat inovasi di bidang kesehatan (which is so many things that we can explore, so what we have to do??? Tapi yasudah, akhirnya tugas kami dibuat dengan sepenuh hati, tonton videonya di sini) dan memodelkan sistem urinari dalam bentuk apapun (misal mekanika, elektronika, bebas lah), yang akhirnya kami ngide untuk memodelkan filtrasi pada glomerulus seperti filter pada akuarium. Materi yang diajarkan lebih ke sistem dalam tubuh : sistem kardiovaskular, respirasi, dan urinari. Dosen yang mengajar adalah Bu Yoke Saadia I, yang sangat murah hati berbagi permen dan (ngga nanggung-nanggung) burger di kuliah hari terakhir! Kalau kalian jadi dosen nanti, jadi seperti Bu Yoke ya guys, membahagiakan hati mahasiswanya selalu :)))

EL 2008 – Pemecahan Masalah dengan C

Jadi seperti namanya, di matkul ini kita dikenalkan dengan bahasa C dalam programming. Awalnya masih santai, karena mirip dengan Pascal dan matkul Daspro semester 2; sampai akhirnya pointer menyerang. Sampai sekarang, saya masih ngga ngerti sama yang namanya linked list dan segala perbintangan (haha) dalam kodingan. Bye PMC. Dosen yang mengajar adalah Pak Yudi G, tapi lebih banyak diajar oleh asdos.

3 matkul lain yang saya ambil : Praktikum Pemecahan Masalah dengan C (dengan total 14 modul), Praktikum Teknik Biomedis I (isinya praktikum Elkabio dan Anfis II), dan Pancasila dan Kewarganegaraan (yaudahlahya), sehingga total saya mengambil 20 SKS.


Materi di matkul semester ini lebih banyak berkutat pada materi elektro. Memang seharusnya lebih banyak waktu yang saya gunakan untuk belajar, karena banyak materi baru yang sebelumnya tidak pernah saya ulik. Tetapi karena lebih sering menghabiskan waktu untuk Persma (cie banget), terkadang waktu belajar jadi terkorbankan, sehingga ngga ada waktu untuk review, sampai akhirnya hampir selalu SKS untuk ujian. Saya jadi terbiasa begadang semester ini, dan akhirnya jadi lebih sering sakit dari semester-semester lalu (pengakuan dosa) (gapapa, biar pembaca bisa lebih baik dari saya 🙂 )

Di penghujung tingkat 2 ini, tentu saja ada banyak penyesalan yang muncul, apalagi soal IP (jujur aja ini mah, refleksi semua mahasiswa). Pernah nih ketika jalan, terus iseng nanya, “Pernah ngga sih, kamu kepengen ngulang TPB dan memperbaiki nilai-nilai kamu?”. Lalu yang ditanya jawab, “eh iya Mut pernah banget!”. Intinya adalah, di jurusan, agak sulit untuk mendapatkan IP yang superbagus hanya dengan latihan soal, beda dengan TPB, yang ternyata untuk dapat nilai ujian bagus, tinggal belajar untuk ujian yang memang materinya mengulang pelajaran SMA. Berbeda dengan jurusan yang dituntut untuk memahami materi baru dan mengerjakan tugas lebih banyak dengan badai tubes, membuat paper, merancang sesuatu, dan praktikum. Meskipun sebenarnya, belajar saat liburan itu antara perlu-ngga perlu, tapi ya baiknya sih jalani saja liburan tanpa bayang-bayang perkuliahan. Penyakit ‘ngga sabaran dalam belajar’ juga harus cepat-cepat dihilangkan, apalagi kalau kuliah hanya berharap nilai semata.

Di jurusan pun, saya pribadi menjadi semakin menghargai ilmu sains, seni, dan sosial. Karena terkadang, teknologi terinspirasi dari bidang-bidang itu. Misalnya, ketika mencari literatur tentang telemedicine, saya mendapatkan banyak fakta bahwa di daerah rural, banyak masyarakat belum mendapatkan pengobatan yang layak, terutama lansia. Tanpa urgensi kesenjangan sosial seperti itu, bisa jadi teknologi telemedicine tak akan dikembangkan, dan distribusinya akan stagnan di daerah perkotaan saja. Teknologi pun tak lepas dari ilmu sains yang terus berkembang, sebut saja kimiawan dan fisikawan yang turut mengembangkan ilmu nanosains dan material di bidang biomedis. Artificial intelligence juga dikembangkan di bidang seni. Dan masih banyak lagi.

Semoga semester depan dan selanjutnya, kita semua jadi pribadi yang lebih baik!

19/05/2017 14:38

 

Advertisements

2 thoughts on “Semester 4

  1. Aku TPB lebih menyedihkan kehidupan bealajarnya, gangerti apa-apa :”)) Benci matkul yang MIPA huhu ((makanya matek ngulang)) (((halah alesan)))

    Btw Pak Fuad bahkan kadang soal-soal PR, UTS, dan Kuis mirip banget angkanya gaada yang diganti 🤣

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s