I Decided to Write

Sejak SD, saya senang sekali mencoba melakukan beragam aktivitas, untuk sekedar mengetahui “Apa hobiku?”. Biar ada yang bisa ditulis saat mengisi kertas binder berjudul “BIODATA”. Mulai dari membaca, menulis, memasak, berjualan, ngoprek kabel TV sampai sekring meledak, bersepeda, bercocok tanam, apapun. Karena pada saat kecil, kabel TV saya digunting oleh Bapak, sehingga saya memiliki waktu lebih banyak untuk melakukan hal tak biasa yang dilakukan oleh anak SD. Saya tak berani menyebut diri kreatif lho, haha :p

Mungkin sejak kelas satu, saya suka menulis. Puisi beberapa bait, tak jelas memang, tapi jadilah tulisan. Saya pernah memasukkan sebuah tulisan ke majalah sekolah, tapi saya akui, itu jiplak! Haha. Belum ketahuan sampai sekarang. Hingga akhirnya, ketika ada lomba menulis di sekolah, saya coba menulis. Meski tidak niat, dapat juara tiga. Sejak saat itu, saya suka menulis di Multiply (dulu masih ada!), dan ternyata malah beralih minat ke berjualan, karena lebih suka mendapatkan uang daripada mikir. Meski begitu, cita-cita saya untuk menjadi penulis belum padam, dulu inginnya menerbitkan buku KKPK biar bisa sekelas Sri Izzati, Abdurrahman Faiz, atau Qurrata Aini. Saya hafal sekali bintang KKPK saat itu.

Dan akhirnya, saat SMP dan SMA, saya mungkin hanya sekedar menulis blog. Dulu saat SMA pengin ikut ekskul jurnalistik, tapi karena disarankan wali kelas tidak boleh ikut ekskul kebanyakan, keinginan itu saya lepas. Saya pernah berkeinginan menjadi mbak-mbak penyiar berita sebenarnya, karena terlihat pintar. Haha tanpa dasar banget sih, tapi dunia jurnalistik sempat memalingkan perhatian saya. Hingga saat kuliah, akhirnya masuk unit Pers Mahasiswa.

Terus kenapa, Mut?

I’m trying to ask myself about my hobby. Karena kalau dipikir-pikir, seharusnya setiap orang punya nilai plus masing-masing, tapi ‘apanih kelebihanku dibanding yang lain?’. Mengasah diri. Namun kini saya beranggapan bahwa menulis seharusnya bukan lagi sebuah hobi. Menulis seharusnya merupakan kebiasaan yang harus dibentuk setiap orang untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan terbuka. It’s about sharing.

Memilih untuk menulis, mau tak mau harus memaksa diri untuk lebih sering membaca. Your reading shapes you. Mungkin secara ngga sadar, saya lebih suka untuk berbicara tentang kehidupan karena lebih suka baca buku nonfiksi. Tapi lama kelamaan, bacaan yang lain juga ngga membosankan. Menambah wawasan dan kosakata.

So, I decided to myself : Let’s writing–anything! Terhitung sejak 1 Juli 2017 (saya ngga ngepasin tanggal kok), semoga kebiasaan untuk menulis setiap harinya akan semakin terbentuk. Yuk sama-sama!

Rewwin, 010717 7:17

(Sekali lagi, saya ngga ngepasin jam juga!)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s