Jangan Asal Komentar

Tadi siang saya sudah menulis. Serius! Di story Instagram. Saya akan mengutip sedikit dan menambahkan.

Masalah utama bukanlah karena dikomentarin salah bumbu, tapi tetiba saya terkesiap. Tersadar. Saya terkadang khilaf ceplas-ceplos. Latar belakang mengapa saya menulis demikian adalah karena kebiasaan kita (terutama saya) tadi ialah kebiasaan kurang baik yang mungkin menyakiti hati orang lain. Dengan teman, dengan keluarga dekat, dengan tetangga, dengan orang yang baru dikenal; siapapun. Setiap orang punya urusannya masing-masing.

Berkatalah yang baik atau diam.

Saya tahu niat orang yang berkomentar itu baik. Karena sayang. Peduli. Tapi ada etikanya. Yup, tabayyun. Bahkan menasihati dalam sepi jauh lebih baik. Butuh kesiapan mental bagi seseorang untuk menerima kritikan.

Berprasangka baik akan jauh lebih indah, apalagi kepada sesama muslim.

Usaha mereka mungkin jauh lebih keras. Air mata mereka mungkin terkuras lebih banyak. Tetes keringat mereka mungkin tercucur lebih deras. Hargai.

-Sebuah reminder untuk Mutia

Rewwin, 030717 22:23

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s