Semoga Sukses

Itu adalah nama grup Line kami; saya, Aam, dan Hasna. Saya mengajak mereka untuk bersama-sama mengembangkan ide tentang start-up yang kami ajukan dalam ajang PKM-K. Soal ini, nanti saja ya ceritanya, ketika pengumuman proposal didanai nanti keluar, haha.

Awalnya, tak terpikirkan oleh saya untuk mengikuti ajang PKM (lagi), setelah dulu iseng mengajukan ide dan tidak diteruskan sampai membuat proposal. Terlalu malas. Bahkan sekarang pun lelah untuk merapikan proposal, haha. Semangat saya untuk ber-PKM ria tumbuh setelah dua kali mewawancarai kelompok PKM yang telah lolos PIMNAS. Yang satu PKM-K, satu lagi PKM-M. Idenya sederhana, tapi konkret dan sangat bermanfaat. Beritanya bisa dilihat di sini dan sini. Juga wawancara dengan Pak Sandro selaku ketua LK membahas tentang PKM di sini.

Terlepas dari segala teknis mengenai PKM, saya pikir pemerintah sudah cukup baik untuk menggali ide-ide baru dan merealisasikan mimpi kami yakni mahasiswa melalui pendanaan yang tidak sedikit. Hanya saja, mungkin bagi mahasiswa khususnya mahasiswa ITB, imbalan berupa pendanaan yang banyak dan hadiah yang menggiurkan belum cukup menggoda kami untuk mengikuti PKM. Tuntutan akademik kian menggunung, juga aktivitas kemahasiswaan seperti kepanitiaan dan organisasi membuat beberapa dari mahasiswa muak. Ditambah PKM bukanlah ajang yang sebentar dan ringan. Laporan pertanggungjawaban harus dibuat, hasil harus nyata terlihat, belum lagi serangkaian tahap harus dilalui hingga Pimnas berakhir.

Melihat bahwa keikutsertaan mahasiswa dalam PKM menjadi salah satu penilaian dalam indikator kegiatan kemahasiswaan untuk ranking universitas di Indonesia versi DIKTI, ITB mulai gerah. Pasalnya, ITB rendah pada indikator ini, begitu seingat saya yang Pak Sandro sampaikan ketika wawancara. Maka, PKM kini menjadi prioritas. ITB semakin melunak. Para peserta Pimnas diberi kesempatan untuk mengambil mata kuliah khusus dengan nilai otomatis A, dibentuk Baritra yang merupakan BSO dibawah LK dan kabinet, dan penilaian proposal luar biasa ketat dimulai ketika teman-teman ITB mengirimkan review ide hingga nanti lolos Pimnas. Luar biasa.

Dan akhirnya, bila mengacu pada tahun lalu, jumlah proposal masuk mendongkrak, dan ITB berhasil naik peringkat di Pimnas. Entah, apakah ranking universitas juga ikut terkena imbasnya. Yang pasti, kini ITB bisa sedikit pamer jaket almamater di ajang Pimnas.

Dengan segala teknis yang sudah ITB siapkan untuk mempermudah peserta, tetap saja, menurut saya mengerjakan PKM itu harus niat. Kalau ngga, bisa didepak sama pihak Baritra. Saya bersyukur, meski ide baru matang minggu lalu, akhirnya kini sudah mendapatkan username dan password di web Simbelmawa (hahahaha). Dan untuk menyelesaikan PKM, dibutuhkan kesiapan dan kesungguhan. Ini serius.

Anyway, upload proposal final insyaallah tanggal 27 November–dan sampai sekarang kami belum punya dosen pembimbing. Doakan semoga kami sukses!

Spoiler :

artikel

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s